Dana Jimpitan Petani Rp15 Juta, Warga Ambarawa Barat Gotong Royong Perkeras Jalan Pertanian

PRINGSEWU, LAMPUNG — Semangat gotong royong masyarakat dan petani terlihat dalam kegiatan pengerasan jalan pertanian di Desa Ambarawa Barat, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program Dana Jimpitan Petani yang bersumber dari swadaya petani pemakai air dan melibatkan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bersama masyarakat setempat, Minggu 20/09/2026.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi pada papan kegiatan, pengerasan jalan pertanian tersebut memiliki nilai swadaya sebesar Rp15 juta, yang dihimpun dari kontribusi sebanyak 2 ton padi basah dengan perhitungan harga Rp7.500 per kilogram.

Dana tersebut menjadi bentuk partisipasi petani dalam mendukung pembangunan infrastruktur pertanian, khususnya akses jalan yang digunakan untuk menunjang aktivitas masyarakat di wilayah persawahan.

Tingkatkan Akses Jalan Pertanian

Pengerasan jalan dilakukan di Jalan Pertanian Desa Ambarawa Barat. Infrastruktur ini memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas petani, terutama untuk mendukung aktivitas menuju lahan pertanian dan mempermudah pengangkutan hasil panen.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan TPK dan masyarakat. Keterlibatan warga menjadi bagian dari upaya membangun infrastruktur secara bersama-sama melalui semangat kebersamaan dan swadaya.

Dalam keterangan yang disampaikan melalui pesan suara, H. Warodi disebut sebagai penggerak kegiatan sekaligus Ketua Gapoktan Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan tersebut memperlihatkan peran serta masyarakat dalam mendukung pembangunan lingkungan pertanian melalui kontribusi dan kerja bersama.

Swadaya Jadi Bentuk Kepedulian Petani

Dana Jimpitan Petani menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung kebutuhan pembangunan di lingkungan pertanian.

Kontribusi berupa hasil pertanian menunjukkan keterlibatan petani dalam pembangunan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan aktivitas mereka sehari-hari.

Melalui pengerasan jalan pertanian ini, masyarakat berharap akses menuju lahan pertanian dapat semakin mudah dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pertanian.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut juga menjadi wujud kepedulian masyarakat terhadap pembangunan desa dan peningkatan sarana pendukung sektor pertanian.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *